Tempat Kerja Digital Bikin Karyawan Betah

Tempat kerja digital (digital workplace) yang efisien dengan proses otomatis berdampak positif terhadap kinerja karyawan. Begitu setidaknya kesimpulan hasil survei yang dilakukan Aruba baru-baru terhadap 7.000 karyawan di 15 negara pada periode April hingga Mei 2018.

Anak perusahaan Hewlett Packard Enterprise ini melakukan penelitian yang berfokus pada motivasi di tempat kerja dan dampak teknologi. Studinya yang berjudul Revolusi Digital Membuka Potensi Tempat Kerja Digital naga poker , mengungkapkan manfaat tempat kerja yang lebih memanfaatkan teknologi digital untuk bisnis dan manusia atau karyawan.

Laporan itu menunjukkan bahwa alat-alat digital membuka manfaat manusia. Dalam hal ini karyawan yang bekerja di tempat kerja digital sepenuhnya (revolusi digital), kemungkinan memiliki kepuasan kerja yang lebih kuat dan lebih cenderung positif tentang keseimbangan kehidupan kerja mereka daripada “digital laggards” atau mereka yang memiliki sedikit akses ke teknologi tempat kerja.

Dalam survei ini 66 persen responden mengaku ingin melihat semua peralatan otomatis di tempat kerjanya dan hampir semua responden (94 persen) percaya tempat kerja mereka akan ditingkatkan melalui penggunaan teknologi yang lebih besar.

61 persen karyawan mengatakan teknologi digital telah meningkatkan motivasi kerja dan 66 persen mengatakan itu meningkatan kerja sama dengan karyawan lain. Sedangkan 68 persen karyawan mengatakan teknologi digital meningkatkan kemampuan mereka untuk tumbuh dan belajar keterampilan baru.

Survei ini mengungkapkan, 56 persen responden berpikir teknologi digital akan menghasilkan lingkungan kerja yang lebih efisien, 52 persen mengatakan teknologi digital akan membuat lingkungan kerja lebih kolaboratif dan 57 persen mengatakan teknologi dgital membuat lingkungan kerja lebih menarik.

Kendati otomatisasi dapat dianggap sebagai ancaman terhadap keamanan kerja, namun penelitian menemukan bahwa ada antusiasme yang meluas untuk melakukannya. 71 persen responden menyatakan akan menyambut tempat kerja yang sepenuhnya otomatis dalam 5- 10 tahun ke depan.

Studi ini juga menunjukkan bahwa perusahaan yang kurang berteknologi maju beresiko kalah dalam persaingan. Selain itu survei juga mencatat bahwa perusahaan harus waspada karena semakin banyak karyawan pintar digital yang mengambil risiko lebih besar dengan keamanan data dan informasi.

Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa keamanan siber (cybersecurity) merupakan tantangan bagi pengusaha. Meskipun 52 persen karyawan melaporkan tingkat kesadaran cybersecurity yang lebih tinggi, namun mereka juga mengaku mengambil lebih banyak risiko dengan data dan perangkat perusahaan.